BAB
I
PENDAHULUAN
Pengertian Ekonometrika
Tahun
1926, untuk pertama kalinya Ragner Frisch seorang pakar ekonomi dan statistika
dari Norwegia memperkenalkan Istilah Ekonometrika. Secara bahasa ekonometrika
berasal dari bahasa Yunani jika diterjemahkan ke dalam bahasa inggris adalah economy dan measure. Kata economy
berarti kegiatan manusia untuk mencukupi kebutuhannya melalui usaha pengorbanan
sumber daya yang seefisien dan seefektif mungkin untuk mendapatkan tujuan yang
seoptimal mungkin. Sedangkan kata measure
berarti pengukuran. Sehingga
Ekonometrika dapat diartikan sebagai suatu pengukuran atas kegiatan-kegiatan
ekonomi.
Awalnya
tidak banyak orang yang tahu tentang ekonometrika, hingga pada tahun 1969
penghargaan Nobel Ekonomi pertama kali diberikan kepada prof. Ragner Frisch
dari norwegia dan Jan Timbergen dari Belanda karena kajian awal mereka berkaitan
dengan Ekonometrika.
Menurut
beberapa pakar, ekonometrika merupakan gabungan dari ekonomi, matematika dan
statistika dengan tujuan untuk melakukan analisis fenomena ekonomi.
Ilmu-ilmu yang terkait dengan
ekonometrika ini antara lain:
Ø Ilmu
ekonomi antara lain
ekonomi
mikro = ilmu ekonomi yang mempelajari pelaku ekonomi secara individu
dan
ekonomi
makro= ilmu ekonomi yang mempelajari pelaku ekonomi secara agregat
Ø
ilmu matematika è melambangkan
serta memodelkan masalah ekonomi ke dalam model matematika
Ø
ilmu statistika è teknik
pengumpulan data, pengolahan/ananlisi sampai penarikan kesimpulan
ilmu lainnya:
Ø metodologi
penelitian
mempelajari
cara menemukan sesuatu dengan metode ilmiah
Ø ilmu
komputer
software
untuk membantu dalam perhitungan, antara lain: SPSS, SAS, Mikrostat, Minitab,
dll.
Metodologi
ekonometrika
Tahapan
Metodologi ekonometrika dalam menganalisis masalah ekonomi sebagai berikut:
1.
Menentukan teori atau hipotesis
2. spesifikasi
model matematika dari teori
3. spesifikasi
model statistika atau ekonometrika
4. mengumpulkan
data
5. estimasi
parameter dari model ekonometrika
6. pengujian
hipotesis
7. peramalan
(forecasting)atau prediksi
8.
menggunakan model untuk melakukan
pengontrolan atau penyususnan kebijakan.
Contoh (teori konsumsi Keynes) :
1.
Menentukan teori atau hipotesis
Teori Keynes “ Kecenderungan
tambahan konsumsi (marginal propensity to consume – MPC), yaitu tingkat
perubahan konsumsi untuk satu unit perubahan pada pendapatan (katakanlah,
penambahan sebesar 1 dolar), yang nilainya pasti >0 tetapi <1.
2.
spesifikasi model matematika dari teori
fungsi konsumsi Keynes secara
matematis:
Dimana,
Y= pengeluaran konsumsi
X = pendapatan
β = parameter dari model (koefisien
intercept /kemiringan)
3.
spesifikasi model statistika atau
ekonometrika
Hubungan ekonomi tidak pernah
pasti, sedangkan model matematis diatas adalah deterministik (pasti), sehingga
model deterministik tersebut dirubah menjadi model stokastik/probabilistik,
sebagai berikut:
Dimana,
u = faktor gangguan, error atau
galat
4.
mengumpulkan data
contoh struktur data :
|
no
|
Y
|
X
|
|
1
|
|
|
|
2
|
|
|
|
⁞
|
|
|
|
n
|
|
|
Atau:
|
Tahun
|
PCE
|
PDB
|
|
1
|
|
|
|
2
|
|
|
|
⁞
|
|
|
|
n
|
|
|
5.
Estimasi parameter dari model
ekonometrika
Data akan dipakai untuk
mengestimasi parameter. Teknik estimasi parameter untuk model ekonomi diatas
dengan menggunakan analisis regresi linier sederhana. Yang diestimasi/ diduga
adala
6.
pengujian hipotesis
7. peramalan
(forecasting)atau prediksi
8.
menggunakan model untuk melakukan
pengontrolan atau penyususnan kebijakan.
Variabel
Variabel
adalah gejala yang nilainya bervariasi. Variabel dalam ilmu ekonometrika
merupakan fenomena ekonomi yang diukur. Misalnya : umur, pendapatan, jenis
kelamin, dll.
Berdasarkan sifatnya:
a.
Variabel diskrit
Variabel
dikotomis
b.
Variabel kontinu
Berdasarkan hubungan antar
variabel:
a.
Variabel independen : variabel yang
mempengaruhi
b. Variabel
dependen : variabel yang dipengaruhi
c. Variabel
moderator : variabel yang menguatkan dan melemahkan
d.
Variabel intervening : variabel antara
Tidak ada komentar:
Posting Komentar